Terasa manis tapi tak terucap
Denyut nadiku dan jantung hatimu
Tiada henti penuh bermakna
Berguguran tapi tak bertaburan
Menangis tapi tak bersedih hati
Bertutur ucap tapi tak beraturan
Hati berbicara bagai detak jam dinding
Renungi jiwa yang sunyi
Sungguh aku idamkan kasih suci
Dari dalam hati kecilku ini
Sesungguhnya aku sayang kamu
Hanya surat berkunjungan
Hanya berkalimat-kalimat penawar duka
Kala mentari tak berpijar
Engkau patahkan harapanku ini
Iva Marfi'atul Ulfa, XII AK, Nganjuk-19-April-1994
