Terketuk
jendela jiwa membuai
Melepas
angan kepalsuan
Yang
sekian lama membungkam kesaksian
Di
balik kertas putih, bersih
Berkilau...
Tertulis sesuatu
Ternyata
samar
“C”
“ I” “N”
“T “ A” dan tetap samar
Tersenyum
tapi samar
Membelalak
di kerumunan badai terhempas ombak
Masih
banyak kah sosok seperti dirimu
Bagai
seafood yang telah lama tak terbeli bertahun- tahun, berabad- abad
Mungkin
ku perlu penghapus
Tuk
melupakan sosok samar itu
Mungkin
ku perlu beribu-ribu tiupan angin
Tuk
menghempas sesuatu hitam panjang dan kecil…
Kini
sosok samar terkuak di balik realita
Pilu,
sesal dan hhhuuuussstttttt…. Bercampur dalam kalbu.
Hhhhhhhh…..
Fitri Sekar Wulan, XIIAK, 30 Maret 1993
